03 Des. Cara membuat kain tenun ikat dengan alat tenun bukan mesin (ATBM). Langkah langkah menenun di Tenun Kainratu di Troso Jepara ini menggunakan teknik dobel ikat atau ikat ganda. Teknik pembuatan tenun ini terbilang sulit dan langka karena menggabungkan teknik ikat lungsi dengan teknik ikat pakan dalam satu kain tenun.
Unduh PDF Unduh PDF Bandana adalah aksesori yang modis dan serbaguna. Anda bisa mengikat bandana di kepala untuk menahan rambut, menunjukkan dukungan pada sesuatu, atau hanya menggunakannya untuk menunjukkan gaya unik Anda sendiri. Dalam keadaan darurat, Anda bisa menggunakan bandana sebagai saputangan, masker debu, untuk menghapus keringat di wajah, melindungi diri dari sinar matahari, atau membalut luka. Ada kabar yang lebih baik lagi, yaitu Anda bisa membuat bandana sendiri menggunakan hampir semua jenis kain. Tidak butuh waktu lama untuk membuat bandana. Dalam waktu sekejap, Anda bisa memiliki bandana unik buatan sendiri 1 Ambil sepotong kain besar. Ukuran kain minimal harus 60x60 cm atau lebih besar. Anda bebas memilih jenis kain yang ingin digunakan. Kain muslin katun bisa menjadi pilihan yang terjangkau dan memiliki daya tahan yang cukup lama. Pilihlah kain yang tidak akan menyebabkan kulit gatal.[1] Jika Anda menggunakan kain bermotif, pilihlah motif yang akan terlihat bagus untuk bandana, misalnya paisley, kotak-kotak, tengkorak dengan tulang bersilang, dan sebagainya. Di beberapa bagian dunia, memakai bandana dengan warna tertentu bisa dikaitkan dengan geng lokal. Contohnya, geng-geng di Los Angeles, Amerika Serikat menampilkan identitas diri dengan bandana biru dan merah. Menggunakan bandana yang menjadi identitas geng tertentu bisa membahayakan diri Anda. Jadi, pikirkan baik-baik saat memilih warna dan motif bandana.[2] 2 Buatlah pola persegi di atas kain. Anda bisa menggunakan benda dengan pinggiran lurus, seperti penggaris biasa atau penggaris meteran, atau mengikuti garis lurus pada motif. Masing-masing sisi kain harus berukuran sekitar 60 cm, tetapi Anda boleh membuatnya lebih besar atau kecil sesuai selera Anda. Cara termudah adalah memulai dari salah satu sudut di ujung kain. Dengan begitu, Anda bisa memanfaatkan kain secara maksimal. Membuat garis dengan pulpen tinta/spidol akan lebih terlihat dibanding pensil. Garis yang jelas akan memudahkan Anda memotong kain dengan lurus. Kapur jahit juga bisa menjadi pilihan yang baik untuk membuat pola kotak pada kain. Saat mencuci bandana, bekas kapur jahit yang tertinggal akan ikut tercuci.[3] Anda tidak perlu menggambar pola yang sempurna, tetapi garis yang lurus akan menghasilkan bandana dengan bentuk yang teratur dan terlihat rapi. Lebih baik membuat bandana yang lebih besar daripada terlalu kecil. Jika terjadi kesalahan, akan lebih mudah memotong kain daripada menjahit tambahan. 3 Potong pola yang sudah dibuat. Jika Anda memilih kain yang komponen utamanya adalah kapas, cara termudah melakukannya adalah membuat sayatan awal dengan gunting tajam atau gunting khusus untuk kain. Oleh karena kain katun mudah robek, Anda bisa merobek kain mengikuti garis yang telah dibuat.[4] Jika Anda tidak tahu komposisi kain yang Anda pilih dan untuk menghindari kain terbuang sia-sia, Anda bisa menggunakan gunting untuk memotong seluruh pola. Meskipun Anda menggunakan kain katun 100%, terkadang hasil sobekan tidak benar-benar lurus. Jika Anda hanya memiliki kain terbatas, akan lebih aman menggunakan gunting untuk memotong kain. 4 Cobalah mengenakan bandana. Pada tahap ini, Anda bisa mencoba mengenakan bandana untuk melihat apakah ukurannya pas. Jika terlalu besar, Anda bisa memotongnya. Namun, perlu diingat bahwa Anda akan kehilangan sekitar 1,5-5 cm kain untuk kelim.[5] Mengelim bagian tepi bandana akan melindungi benang sehingga tidak terurai. Tepi kain yang tidak dijahit bisa terurai dengan mudah.[6] Iklan 1 Tentukan lebar kelim. Kelim yang lebih lebar akan lebih mudah dikerjakan, tetapi akan menghasilkan lipatan ganda yang lebar di sepanjang tepi kain. Untuk bandana, cobalah memulai dengan kelim sedang yang biasanya berukuran sekitar 5 cm. Lebar kain ini akan dilipat di bawah kain dan dijahit untuk mencegah benang terurai. Sebenarnya, Anda bebas memilih lebar kelim yang diinginkan. Anda mungkin lebih menyukai lipatan yang lebih tebal di bagian tepi yang lebih panjang atau kelim pendek di bagian tepi yang lebih sempit.[7] 2 Lipat dan tekan kain di bagian tepi untuk membuat kelim. Usahakan agar kain dalam keadaan licin dan lurus saat menjahit sehingga keliman tidak miring. Jika perlu, setrikalah lipatan kain terlebih dahulu. Untuk kelim sedang, lipat sekitar 1,5 cm kain ke arah bawah dan tekan dengan setrika. Kemudian lipat lagi sekitar 3,5 cm dengan cara yang sama dan tekan lagi dengan setrika. Untuk kelim lebih besar, pertama lipat bagian tepi kain selebar 2 cm ke arah bawah. Lanjutkan dengan lipatan kedua selebar 3,5 cm ke arah bawah dan tekan sekali lagi dengan setrika. Kelim kecil dibuat dengan melipat tepi kain sekitar 0,5 cm ke arah bawah dan menekannya dengan setrika. Kemudian, buat lipatan kedua selebar 0,5 cm dan tekan lagi dengan setrika.[8] 3 Jepit lipatan agar tidak terlepas. Pastikan lipatan ganda pada tepi kain terlihat lurus dan rapi. Jika kain terlihat miring, luruskan kain dan tekan kembali dengan setrika. Setelah lipatan terlihat lurus dan sejajar, jepit kain agar tidak terlepas saat bisa menggunakan benda berpinggiran lurus, seperti penggaris atau penggaris meteran, untuk memeriksa apakah lipatan yang dibuat benar-benar lurus.[9] 4 Jahitlah kelim. Cara termudah untuk melakukannya adalah menggunakan mesin jahit. Jika tidak memungkinkan, gunakan jarum dan benang jahit. Masukkan benang ke jarum dan tusukkan jarum menembus semua lapisan kain yang terlipat dari arah bawah sehingga simpul benang akan tersembunyi. Kemudian, tusukkan benang ke atas dan ke bawah melalui bagian depan dan belakang kain di sepanjang lipatan dengan interval yang teratur. Saat memasang benang pada jarum, gandakan benang sehingga jahitan akan lebih kuat dan tahan lama. Jika ingin jahitan yang terlihat sangat profesional, cobalah menggunakan metode yang disebut tusuk sisip slip stitch. Jahitan seperti ini tidak akan terlihat setelah selesai dikerjakan, tetapi Anda perlu latihan yang cukup sebelum bisa melakukannya dengan benar.[10] Anda mungkin perlu mencari informasi lebih lanjut tentang cara membuat kelim agar bisa melakukannya dengan rapi. Jika Anda merasa ragu bekerja dengan jarum dan benang, Anda bisa menggunakan setrika dan pita perekat. Anda bisa membeli produk ini di kebanyakan toko kerajinan dan toko menjahit, atau di toko ritel besar seperti Carrefour dan Lotte Mart. 5 Pamerkan bandana buatan Anda sendiri. Anda bisa mengenakan bandana baru itu dengan berbagai cara. Cobalah bereksperiman untuk melihat mana yang paling cocok dengan gaya Anda. Dua gaya populer yang layak dipertimbangkan adalah Ikatkan bandana di seputar leher sehingga menggantung dengan bentuk segitiga terbalik dari dasar leher. Lipat bandana secara memanjang beberapa kali. Kemudian, lilitkan bandana di sekeliling kepala dan ikat di bagian belakang untuk mengenakannya seperti ikat kepala.[11] Iklan 1 Pilihlah tempat paling sesuai untuk hiasan. Lokasi terbaik untuk menempelkan hiasan akan bervariasi, tergantung bagaimana Anda mengenakan bandana. Contohnya, jika Anda mengenakan bandana di seputar leher dengan bentuk segitiga, buatlah hiasan di bagian sudut dengan tepi bawah dekorasi menghadap ke sudut kain. Untuk membantu melihat penampilan Anda dengan bandana, cobalah melihatnya di cermin. Kemudian, gunakan pensil atau kapur jahit untuk menandai lokasi terbaik untuk dekorasi. 2 Setrika atau jahitlah hiasan aplikasi. Hiasan aplikasi adalah cara paling bagus untuk mengekspresikan dukungan Anda untuk kelompok musik, gim, tim olahraga favorit, dan sebagainya. Beberapa hiasan ini bisa diaktifkan dengan panas dan bisa ditempelkan menggunakan setrika, sementara yang lain harus dijahit agar bisa menempel. Anda bisa mendapatkan hiasan aplikasi di toko kain lokal, tetapi jika Anda membutuhkan desain khusus, mungkin toko ritel daring bisa memberi pilihan yang lebih baik. Terkadang beberapa jenis kain atau campuran kain tidak memungkinkan Anda menyetrikanya. Pastikan Anda memeriksa informasi pada kain sebelum mencoba menempelkan hiasan aplikasi menggunakan setrika.[12] 3 Gunakan cat kain tahan air untuk membuat desain. Anda bisa membuat desain yang unik dan bermakna menggunakan cat kain. Dalam beberapa kasus, Anda mungkin perlu beberapa peralatan untuk melukis, seperti kuas dan air, tetapi beberapa cat kain dijual dalam bentuk spidol.[13] Banyak toko ritel umum, toko seni ritel dan toko kerajinan menawarkan berbagai pilihan cat. Pastikan Anda memilih produk yang tahan air sehingga tidak hilang saat dicuci! Anda juga bisa menggunakan stensil untuk melukis kain sehingga desain yang dihasilkan terlihat lebih profesional. 4 Gambarlah desain dengan spidol kain tahan air. Spidol kain mungkin sedikit lebih familier dan mudah digunakan dibanding cat, terutama jika Anda belum berpengalaman dalam melukis. Untuk mendapatkan hasil akhir terbaik, Anda mungkin harus menggambar desain terlebih dahulu menggunakan spidol kain yang bisa dicuci, kemudian diikuti dengan spidol tahan air.[14] Anda juga bisa membuat sketsa desain dengan pensil sebelum menggunakan media yang lebih permanen, tergantung jenis kain. 5Jika perlu, tunggu sampai desain benar-benar kering. Untuk mendapatkan hasil terbaik, Anda harus selalu mengikuti instruksi pada produk yang digunakan untuk menghias bandana. Cat tekstil dan spidol kain mungkin memerlukan waktu tertentu untuk mengering sebelum Anda bisa mencucinya atau memiliki instruksi pencucian khusus. Iklan Jika tidak menyukai hasil akhir bandana yang dibuat, Anda selalu bisa mencobanya lagi dengan bahan yang tersisa. Iklan Peringatan Berhati-hatilah saat bekerja dengan gunting, terutama gunting kain yang tajam. Pastikan Anda mengawasi anak-anak saat mereka mengerjakan proyek ini. Iklan Hal yang Anda Butuhkan Sepotong kain lebih besar dari 60x60 cm Pulpen tinta/spidol atau pensil Kapur jahit opsional Penggaris opsional Gunting kain Peralatan untuk membuat kelim misalnya jarum dan benang atau mesin jahit Setrika Jarum Benang Penggaris opsional, tetapi dianjurkan Spidol tahan air opsional Cat kain tahan air opsional Spidol yang bisa dicuci opsional Hiasan aplikasi disetrika atau dijahit; opsional Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
Tendamemiliki berbagai macam ukuran, untuk mendapatkan tenda yang pas perhatikan jumlah kapasitasnya. Pada umumnya produk mencantumkan kapasitas tenda, tapi jika tidak kamu dapat menentukan kapasitas berdasarkan luas tenda. Tenda untuk 1-2 orang : 230 cm x 160 cm; Tenda untuk 3-4 orang : 240 cm x 220 cm; Tenda untuk 5 orang : 305 cm x 240 cm
Sudahkah Anda reaktif dengan kaidah menciptakan menjadikan ceteri mulai sejak terpal sebelum berkemah? Kegiatan ini menjadi salah satu aktivitas outdoor yang asyik dilakukan bersama keluarga atau teman. Kita bisa merasakan indahnya pemandangan yang masih asri serentak mengadakan beberapa program alias permainan yang seru bersama mereka. Berkemah lain akan lengkap tanpa kehadiran bivak nan menjadi gelanggang kita beristirahat di malam periode. Kalau mentari sedang rumpil atau hujan abu tiba-start ambruk, tenda menjadi panggung berteduh pecah serangan cuaca seketika tersebut. Bisa dikatakan, tenda bukan juga menjadi radas komplemen, tapi sudah menjadi kebutuhan utama saat menengah berkemah. Cara Membuat Tenda dari Terpal dengan Mudah Ceteri ini bisa diibaratkan sebagai rumah cak bagi kita ketika sedang berkemah atau mendaki gunung. Para penggemar aktivitas luar kolom karuan sudah paham dengan cara menciptakan menjadikan ceteri dari terpal karena jam gelisah mereka yang pangkat. Semata-mata, bagaimana dengan pemula yang masih awam dengan persoalan ini. Tidak rumpil sememangnya membangun kemah untuk berkemah atau seumpama wadah berteduh, meskipun hanya digunakan buat beraktivitas di apartemen. Klopmart akan membagikan sejumlah langkah yang tepat kerumahtanggaan membangun kemah untuk pemula. 1. Cari Tanah yang Rata Apapun lokasi perkemahannya, pastikan Anda mendirikan tenda di atas permukaan tanah nan rata dan tidak bergelombang. Apabila cak semau gravel atau geladir, lebih baik bersihkan dahulu sebelum membangun tenda di tanah tersebut. Hindari satah persil yang berdelan alias malah benyot demi kenyamanan detik berteduh atau bernaung. Lebih baik cari daerah yang patut jenjang kerjakan berkemah, jadi air hujan lain akan mengalir jatuh dan menciprati bivak. Sebelum berangkat memusat perkemahan, Anda harus memastikan lokasinya terlebih dulu, apakah kerukunan cak bagi didirikan tenda atau tambahan pula berbahaya. 2. Taruh Perca Terpal dan Peralatannya di Permukaan Tanah Setelah menemukan lokasi yang tepat kerjakan membangun tenda, mulailah membentangkan perca terpal di atas tanah. Bahan terpal ini lebih diandalkan buat membangun tenda karena lebih tebal, jadi tegel tenda pula bukan basah maupun lembab detik sedang hujan. Setelahnya, letakkan pun semua peralatan nan dibutuhkan untuk membangun bivak, seperti rainfly, papan tulang beragangan tenda dan pasak. Siapkan juga kenur lombong atau tali rafia untuk mengikat rainfly dengan gawang rangkanya, atau bivak dengan pantek agar tidak drop. 3. Bangun Rangka Tenda Inilah tahap paling kecil krusial intern membangun bivak, yaitu takhlik rangkanya. Lembaga rangka tiang berlainan-beda, sesuai dengan macam tenda yang disediakan. Lazimnya, tenda modern mempunyai buram kemah dengan kabel elastis di dalamnya, makara pembuatan rangkanya sekali lagi makin mudah. Kayu tulang beragangan bivak juga sudah tersambung dengan pipa konektor besi di dalamnya, membuatnya kian mudah dibentuk. Kalau semua gambar gawang sudah dibangun, letakkan di atas permukaan tanah tersebut. Baca Juga 5 Cara Membuat Gambar Tenda Besi Dengan Benar Agar Kokoh 4. Pasangkan Tulang beragangan dengan Terpal Tenda harus dibentangkan terlampau di atas kain terpal, kemudian papan rancangan bivak yang sudah dibangun ditaruh dalam posisi menyilang. Apabila satu rajah tenda mutakadim sesuai dengan selubung perca terpalnya, masukkan semata-mata ke selubung luar tenda. Ulangi ancang ini sampai semua tiang kerangka mutakadim terpasang pada posisi selubungnya masing-masing. 5. Mulai Mendirikan Tenda Di tahap inilah Anda baru bisa mendirikan tenda sehingga menjadi wadah yang nyaman buat dihuni. Cak bagi mendirikannya, pasangkan ujung semua papan rencana dengan pin penyematnya. Kalau sudah dipasang, kusen rangka tenda akan melengkung, membentuk tenda mulai terangkat dan terbentuk. Moga semakin kokoh, pasangkan pasak eyelet atau lubang kerdil di ujung luar kemah. Kemudian, tanamkan pasak tersebut di tanah. Keladak, pasang rainfly sreg kain terpal ceteri sehingga tenang dan tenteram dari jarang matahari ataupun hujan angin nan runtuh. Anda sudah siap berkemah setelah mengetahui cara membuat tenda berusul terpal di atas? Kalau ingin membangun kemah yang lebih besar, gunakan saja terpal plastik waterproof yang bisa didapatkan di Klopmart. Cek harga klik disini Tapisaat lihat harganya saya keder duluan dong. Sebagai emak-emak pelit ngirit, mengeluarkan uang sekitar 250 - 500 ribu hanya demi tenda mainan yang nggak bisa dipake camping beneran di alam bebas tentu saja big no no. Wong tenda dome saya saja harganya nggak sampe segitu kok (yaiayalaaah, wong dikado jadinya gratis ahahaha). Tapi beneran deh, daripada buat beli tee-pee tent seharga
Unduh PDF Unduh PDF Anda bisa berhemat sekaligus mendapatkan tirai/gorden yang unik dengan menjahitnya sendiri. Anda hanya perlu mengelim kedua sisi serta bagian bawah kain, menjahitkan bisban/pita khusus pada bagian atasnya, dan selesai! Panduan langkah demi langkah dalam artikel ini menunjukkan kepada Anda betapa mudahnya membuat tirai. 1 Pilihlah jenis kain sesuai efek pencahayaan yang Anda inginkan. Karena tidak akan dilapisi, tirai tersebut masih mungkin tertembus sedikit cahaya matahari. Untuk tampilan tirai paling ringan, pilihlah bahan renda atau kain yang sangat tipis. Kedua jenis bahan ini memungkinkan masuknya sebagian besar cahaya matahari sekaligus masih menampilkan warna serta motif sederhana. Jika Anda ingin menghalangi cahaya matahari, carilah kain linen yang tebal. Bahkan tanpa dilapisi, kain linen tebal akan mengurangi jumlah cahaya yang menembusnya, sehingga membuat ruangan jauh lebih gelap. Jika Anda memilih kain bermotif, carilah kain yang hanya bermotif pada salah satu sisi atau memiliki motif sama pada kedua sisinya. Kain dengan motif berbeda pada kedua sisinya akan tampak sangat membingungkan saat cahaya matahari menembusnya, karena kedua motif tersebut akan terlihat secara bersamaan. Menggunakan kain dengan thread count biasa disingkat TC—tingkat kerapatan jalinan benang per inci persegi yang tinggi, misalnya 500+, akan lebih mahal, tetapi tenunannya yang sangat rapat dapat menahan sebagian besar cahaya matahari. 2 Pilihlah tekstur kain. Walaupun Anda tidak akan sering menyentuh tirai tersebut, tekstur kain memberikan tampilan berbeda saat tirai digantung dan terpapar cahaya. Katun dan poliester adalah jenis kain yang paling banyak digunakan untuk tirai, dan juga paling mudah dijahit. Hindari penggunaan kain sutera atau satin, karena keduanya akan memudar bila terpapar sinar matahari. Menjahit kain rajutan sangat sulit karena akan merenggang bila tertarik. Selain itu, sifat elastis rajutan juga akan membuatnya mulai menumpuk di lantai setelah digantungkan. Jangan memilih kain yang terlalu keras/kaku, karena tidak akan menjuntai saat digantungkan. Contohnya kain tile/tule, yang menawarkan pilihan kain tipis yang indah, tetapi terlalu keras tidak fleksibel. 3 Berkreasilah dengan kain pilihan Anda. Untuk mendapatkan kain yang bagus, Anda tidak harus membelinya di toko kain; hubungi toko barang bekas, toko barang antik, dan toko barang bekas. Coba temukan taplak meja kuno vintage yang sesuai dengan ukuran jendela. Bahan ini menawarkan tampilan bergaya yang menarik untuk ruangan Anda. Penggunaan seprai bermotif merupakan alternatif yang murah untuk menggantikan pembelian bermeter-meter kain. Anda dapat mencari seprai model baru atau model kuno di toko barang antik atau toko barang bekas. Iklan 1 Gantungkan batang tirai. Untuk mengetahui dari mana kain akan diukur, Anda perlu mengetahui seberapa tinggi Anda hendak menggantung batang tirai. Untuk menciptakan kesan tinggi pada plafon, gantungkan batang tirai sedekat mungkin dengan plafon, atau lebih tinggi dari ambang atas jendela, sekitar 30 cm atau lebih. Jika Anda ingin tirai tersebut menjuntai di atas lantai, ukurlah kain 15–30 cm lebih panjang dari panjang total tirai, dari batang tirai ke permukaan lantai. 2 Ukurlah lebar kain. Lebar kain mungkin berbeda, tergantung penampilan tirai yang Anda inginkan. Jika Anda menginginkan panel tirai menutup seluruh jendela, masing-masing kain harus diukur setengah dari lebar jendela ditambah 5 cm. Sebagai contoh, jika lebar jendela 122 cm, setiap helai kain harus berukuran 61 cm ditambah lebar ekstra 5 cm, sehingga masing-masing berukuran 66 cm. Jika panel tirai hanya bersifat hiasan, ukurlah kain menjadi 1/4 lebar total jendela. 3Ukurlah keliman. Anda harus mengukur lebar keliman, kira-kira satu sentimeter pada setiap sisi kain. Selanjutnya Anda harus membuat keliman dengan cara melipat bagian tepi kain, sehingga menghasilkan pinggiran tirai yang rapi. 4Gunakan bisban/pita rekat pada salah satu sisi tirai. Bisban rekat tersebut harus bertemu dengan pinggiran kain di mana keliman akan dimulai, jadi Anda dapat melipat pinggiran kain dan menggunakan bisban rekat untuk memperkuat bagian lipatan. 5Gunakan setrika untuk menempelkan bisban pada kain. Pastikan lipatan kain lurus, dan buat keliman pada tepi kain dengan menyelipkan bisban rekat di antaranya. Setrika bagian atas lipatan sehingga panasnya dapat merekatkan bisban pada kedua permukaan kain. 6Lanjutkan menyetrika keempat pinggiran kain. Jika diperlukan, lakukan penyetrikaan tambahan pada bisban di bagian sudut-sudutnya untuk membuatnya menempel. 7Pasanglah cincin jepit. Pasanglah cincin jepit di sepanjang bagian atas tirai dengan jarak yang sama sehingga tirai dapat menjuntai rata. 8Gantungkan tirai Anda. Masukkan cincin jepit ke sepanjang batang tirai dan sesuaikan penggantungan dengan selera estetis Anda. Nikmatilah! [1] Iklan 1 Ukurlah kain sesuai kebutuhan. Seperti membuat tirai tanpa jahitan, Anda harus menentukan seberapa lebar bagian jendela yang ingin Anda tutup dan selanjutnya berikan lebar tambahan untuk keliman. Tambahkan lebar sekitar 15 cm pada bagian atas tirai untuk membuat lubang tempat memasukkan batang tirai. Dibandingkan kelim rekat, menjahit kelim membutuhkan lebih sedikit tambahan lebar kain untuk dilipat, jadi Anda bebas mengurangi pinggiran kain untuk dilipat menjadi hanya beberapa sentimeter saja, setidaknya 2 cm. 2Lipat dan setrika keliman tersebut. Anda harus membuat lipatan keliman yang jelas agar lebih mudah dijahit. Pertahankan keliman pada posisinya dengan menyematkan jarum pentul lurus. 3Jahitlah sisi panjang tirai. Anda dapat menjahitnya dengan tangan ataupun mesin jahit, tetapi pilihan terakhir akan sangat menghemat waktu. Jahitlah keliman yang telah Anda setrika seraya melepaskan jarum pentul. 4Jahit sisi lebar tirai. Lakukan sama seperti Anda mengerjakan sisi panjang tirai, yaitu dengan menyetrika keliman serta melepaskan jarum pentul saat menjahitnya. 5Pasanglah bisban/pita untuk bagian atas tirai. Ukurlah bisban sesuai lebar tirai, lalu tekan dengan setrika ke bagian atas panel tirai. Bisban akan mengeraskan pinggiran tirai bagian atas sehingga membuatnya lebih kokoh saat digantung. 6Untuk membuat lubang, lipat bagian atas tirai selebar 15 cm. Jika batang tirai berukuran lebih besar, sesuaikan ukuran lubang dengan cara memperlebar lipatan pada bagian atas tirai. 7Jahitlah pinggiran atas tirai untuk membuat lubang. Pastikan lubang tersebut rata, jika tidak, batang tirai akan sulit melewatinya atau tirai akan menjuntai secara tidak merata. 8 Kelim bagian bawah tirai. Turunkan tirai dan buatlah keliman ganda pada sisi panjang yang telah ditandai, kemudian tekan dengan setrika. Untuk membuat penyelesaian yang rapi pada sudut bawah, bukalah lipatan dan juga keliman pada kedua sisinya bongkar keliman yang telah dijahit. Buat lipatan miring pada bagian sudut, kemudian dengan hati-hati lipatlah kembali keliman yang sebelumnya dibalik sehingga membentuk 'sudut diagonal'. Jahitlah keliman dan lipatan diagonal tersebut dengan tangan jika Anda terburu-buru, gunakan mesin jahit. 9Gantungkan tirai Anda. Masukkan batang tirai melewati lubang yang telah dibuat, dan biarkan tirai menjuntai ke bawah sesuai selera Anda. Nikmatilah tirai baru buatan Anda![2] Iklan Lakukan pengukuran ulang sebelum memotong kain, karena jika salah, Anda mungkin harus mengeluarkan biaya ekstra. Sebelum menggabungkan lebar tirai, bentangkan kain di atas lantai untuk memastikan polanya sudah sesuai. Cara termudah memotong lurus sehelai kain adalah menyejajarkan bagian selvage tenunan pada tepi kain yang dibuat oleh pabrik untuk mencegah kain terurai dengan salah satu tepi meja—ujung meja tersebut harus benar-benar bersudut siku untuk acuan pemotongan. Iklan Hal yang Anda Butuhkan Kain Bisban/pita khusus untuk bagian atas tirai Meteran logam Gunting jahit yang tajam Mesin jahit Jarum Jarum pentul Pensil Benang Bisban/pita rekat Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
Misalnyauntuk membuat tas, dompet, selimut, gelang, masker, bandana dan sebagainya. Hal tersebut membuat kain tenun semakin populer bagi kebutuhan sandang dalam negeri dan luar negeri. Itulah pembahasan mengenai cara membuat kain tenun yang dapat anda ketahui. Pembuatan kain tenun pada dasarnya membutuhkan ketelitian dan kreatifitas yang tinggi.
Jika Anda salah satu pengguna Instagram yang aktif, pastilah sudah tidak asing dengan kehebohan Teepee Tent yang sedang tren sekarang ini! Ya, tenda unik dengan motif menarik ini memang menarik perhatian dan Instagramable banget jika Anda berfoto dengan tendanya. Namun tidak bisa dipungkiri, harga dari Teepee Tent ini memang cukup mahal. Rata-rata Teepee Tent berkisar antara 400 hingga 700 ribu Rupiah. Wow, tentu jumlah segitu lebih baik dialokasikan untuk kebutuhan primer ya. Bikin sendiri aja yuk! Jika bunda penasaran dan tetap ingin memiliki Teepee Tent ini, lebih baik kita bikin sendiri aja yuk! Bahan-bahannya gampang banget dan pastinya, jauh lebih murah daripada beli di online shop. Ya, tim theAsianparent Indonesia sudah mencoba membuatnya dan biaya yang dibutuhkan kurang dari 100 ribu rupiah! Perlengkapan yang dibutuhkan 3 buah tongkat Jika tidak ada, belilah tongkat Pramuka Rp 2 buah tambang Rp Seprai bermotif favorit Anda Cara membuat Lihat video berikut ini untuk tutorialnya Gampang banget kan? Kalau masih kesulitan, mintalah bantuan pada suami Anda untuk mengerjakannya. Jangan lupa untuk berfoto di dalam tendanya ya, dijamin kekinian banget deh! Baca juga Cara Mudah Membuat Pompom Untuk Media Bermain dan Belajar Anak Teepee Tent atau biasanya dikenal sebagai tenda yang unik ala suku Indian ini, saat ini memang sedang populer dikalangan masyarakat. Terutama bagi kalangan pengguna media sosial Instagram. Hal tersebut dikarenakan, model dari tenda unik tersebut terlihat sangat bagus dan menarik perhatian untuk dijadikan latar foto hingga kemudian diunggah di akun Instagram. Namun perlu Anda ketahui jika tenda ala Indian ini memiliki harga yang cukup mahal. Rata rata harga untuk tenda tersebut berkisar antara 400 ribu hingga 700 ribu rupiah. Namun jika penasaran dengan sensasi di dalam tenda tersebut, Anda bisa membuatnya sendiri dengan 3 bahan yang mudah dicari. Simak ulasan ini untuk mengetahui perlengkapan apa saja yang dibutuhkan dan bagaimana cara membuatnya. Perlengkapan yang Dibutuhkan Untuk membuat tenda ala ala suku Indian tersebut, perlengkapan yang dibutuhkan cukup mudah didapat. Anda hanya perlu menyiapkan 3 buah tongkat kayu, jika tidak memilikinya Anda bisa membeli tongkat pramuka. Kemudian siapkan dua buah tali tambang atau jika tidak bisa mendapat tali tambang, Anda bisa menggunakan tali pramuka sebagai gantinya. Terakhir, perlengkapan yang diperlukan yaitu sprei bermotif. Anda bisa menggunakan sprei bermotif apapun. Cara Membuat Tenda Unik Ala Indian Cara membuat tenda unik tersebut, pertama Anda buat simpul berlubang di salah satu ujung tali tambang. Kemudian pada lubang simpul tersebut, masukkan 2 tongkat kayu. Setelah 2 tongkat kayu terpasang, Anda lilitkan tali tambang tersebut beberapa kali. Setelah itu, ikat kuat lilitan tali pada kedua tongkat kayu itu. Kemudian, ambillah tongkat kayu yang ketiga dan letakkan pada bagian bawah lilitan tali tadi. Setelah kayu ketiga letaknya sudah benar, maka Anda ikat tongkat tersebut menjadi satu dengan dua tongkat kayu lainnya. Sehingga ikatan tersebut akan membuat sebuah rangka tenda. Setelah ikatan selesai, ada baiknya Anda berdirikan rangka tenda tersebut. Apakah rangkanya sudah kuat dan berdiri dengan benar? Hal tersebut untuk mengetahui bentuk tenda ala suku Indian yang Anda buat memiliki tampilan yang menarik, tidak kalah dengan teepee tent yang di toko. Setelah rangka tendanya sudah jadi, kemudian Anda ambil sprei yang sudah disediakan. Pasangkan sprei tersebut diatas rangka tenda. Kemudian lilitkan bagian atas sprei dengan sisa dari tali tambang yang digunakan untuk menali tongkat kayu tadi. Setelah itu, Anda bisa menggulung sisa kain yang menjuntai ke arah dalam rangka tenda. Sisa kain sprei tersebut bisa Anda ikat dengan sisa tali tambang atau bisa disematkan dengan menggunakan peniti. Tenda unik ala ala suku Indian pun akhirnya bisa digunakan. Si kecil bisa bermain di tenda yang Anda buat tersebut. Tentu saja selain untuk digunakan si kecil bermain, Anda juga bisa menggunakan tenda tersebut sebagai latar foto yang akan diunggah ke akun media sosial Anda. Yang paling penting, tampilan tenda tersebut tidak kalah menariknya dengan tenda yang asli. Menariknya, tenda ala suku Indian tersebut dapat dibuat dengan mudah dan pengeluaran yang dikeluarkan lebih hemat. Harga untuk membeli tenda unik ala suku Indian tersebut, memang cukup menguras kantong. Namun, Anda bisa mengatasinya dengan membuat sendiri tenda tersebut. Bahkan perlengkapan dan cara yang digunakan untuk membuat tenda tersebut terbilang cukup mudah dan tentu saja seru saat mengerjakannya. Lantas, apakah Anda tertarik untuk mencoba membuat tenda ala suku Indian tersebut bersama si kecil di rumah? Semoga ulasan ini bisa membantu Anda. Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.
DIYtenda Teepee. Teepee adalah ide bagus untuk membuat tenda seperti hunian khas orang Indian Amerika. Untuk mereplikasikan di kamar anak, Anda membutuhkan 4 tiang panjang yang sama dan letakkan secara tegak. Sisakan beberapa senti bagian atas lalu ikat, sehingga part tersebut akan menyatu sementara bagian bawah membentuk ruang lebar.
TendaRoder sendiri memiliki beberapa bentangan yaitu bentangan 10, 15, dan 20. untuk panjangnya sendiri terhitung dari kelipatan 5 (cth: 5, 10, 15, 20 dst) untuk Jasa penyewaan sendiri kami dapat melayani untuk daerah JABODETABEK dan sekitarnya untuk informasi lebih lanjut anda dapat menghubungi kami di: 081977000899 / 081112300319
BahanKain Untuk Tenda. Halo kembali lagi dengan kami lunartextile, dimana kali ini kami akan membahas bahan kain untuk pembuatan tenda yang mana bila kalian sendang bingung memilih bahan yang akan digunakan untuk pembuatan tenda mungkin artikel dari kami bisa membantu kalian atau bisa dijadikan salah satu referensi kalian, langsung aja deh scroll kebawah biar kalian gak bosen denger basa basi 20RI20X.
  • ppbu9hb60u.pages.dev/19
  • ppbu9hb60u.pages.dev/101
  • ppbu9hb60u.pages.dev/86
  • ppbu9hb60u.pages.dev/222
  • ppbu9hb60u.pages.dev/375
  • ppbu9hb60u.pages.dev/213
  • ppbu9hb60u.pages.dev/15
  • ppbu9hb60u.pages.dev/349
  • ppbu9hb60u.pages.dev/309
  • cara buat tenda dari kain